Selasa, 10 Julai 2012

~ Berbulan madu bersama Bidadari.^^ ~

Assalamualaikum warahmatullah.


mari membaca..!^^




Pada zaman Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam hiduplah 


seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 


tahun namun belum juga menikah.

Dia tinggal di Suffah masjid Madinah.

 Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah 


Sallallahu 'Alaihi Wasallam datang dan mengucapkan salam. 


Zahid kaku dan menjawabnya agak gugup.

"Wahai saudaraku Zahid….selama ini engkau sendiri saja," 


Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam menyapa.

"Allah bersamaku ya Rasulullah,"


kata Zahid.

"Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang 


saja, apakah engkau tidak ingin menikah…," 


kata Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam.

Zahid menjawab, 


"Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai 


pekerjaan tetap dan wajahku hodoh, siapa yang mahu akan 


diriku ya Rasulullah?"

" Asal engkau mahu, itu urusan yang mudah!"


kata Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam.

Kemudian Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam

memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang 


isinya adalah


 melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, 


anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya


 dan terkenal sangat cantik jelita.


Akhirnya, surat itu dibawa ke rumah Zahid dan


 ia diserah sendiri oleh Zahid ke rumah Said.

Disebabkan di rumah Said sedang ada tetamu,

maka Zahid setelah memberikan salam kemudian 


memberikan surat tersebut 


dan diterima di depan rumah Said.

"Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasulullah 


yang mulia diberikan untukmu saudaraku."



Said menjawab, 


"Adalah suatu kehormatan buatku."




Lalu surat itu dibuka dan dibacanya.

Ketika membaca surat tersebut,


 Said agak terperanjat karana tradisi Arab perkahwinan yang 


selama ini biasanya


seorang bangsawan harus kahwin dengan keturunan 


bangsawan 


dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya,


 itulah yang dinamakan


 SEKUFU.



Akhirnya Said bertanya kepada Zahid,


 "Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?"



Zahid menjawab,


 "Apakah engkau pernah melihat aku berbohong…."

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata,

"Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini….

bukankah lebih baik dijemput masuk?"

"Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang 


melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya," 


kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-


jadinya dan berkata, 


"Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya 


semuanya


menginginkan aku, aku tak mau ayah…..!" 


dan Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid,


 "Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak 


mahu…bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada 


Rasulullah bahawa lamaranmu ditolak."

Mendengar nama Rasulullah disebut ayahnya,


 Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, 


"Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?"

Akhirnya Said berkata,


 "Lamaran ke atasmu ini adalah perintah Rasulullah."

Maka Zulfah istighfar beberapa kali


 dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu


 dan berkata kepada ayahnya,


 "Wahai ayah, kenapa sejak tadi


ayah berkata bahwa yang melamar ini dari Rasulullah,


kalau begitu segera aku harus dinikahkan dengan pemuda 


ini. 




Kerana ingat firman Allah dalam


Al-Qur'an surah An Nur 24 : Ayat 51.


"Sesungguhnya jawapan orang-orang mukmin,

bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul 


menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami 


mendengar, dan kami patuh/taat".

Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.


 (QS. An Nur 24:Ayat 51)"

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa


 dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada taranya


 dan segera melangkah pulang.


 Sampai di masjid ia bersujud syukur. 


Rasulullah yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid 


yang berbeza dari biasanya.

"Bagaimana Zahid?"


"Alhamdulillah ia diterima ya Rasulullah," 


jawab Zahid.

"Sudah ada persiapan?"


Zahid menundukkan kepala sambil berkata, 


"Ya Rasulullah, kami tidak memiliki apa-apa."


Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, 


Uthman,


 dan


 Abdurrahman bin Auf. 


Setelah mendapatkan wang yang cukup banyak, 


Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. 


Dalam keadaan itu jugalah Rasulullah Sallallahu 'Alaihi 


Wasallam menyeru umat Islam untuk menghadapi kaum 


kafir yang akan menghancurkan Islam.


Ketika Zahid sampai di masjid,


 dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan 


kelengkapan senjata,


 Zahid bertanya, 


"Ada apa ini?"

Sahabat menjawab, 


"Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, 


maka apakah engkau tidak mengetahui?" .

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata,


"jika begitu kelengkapan nikah ini akan aku jual dan akan ku 


beli kuda yang terbaik."


Para sahabat menasihatinya,


 "Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi 


engkau hendak berperang?"

Zahid menjawab dengan tegas,

"Itu tidak mungkin!"


Lalu Zahid menbaca satu ayat sebagai berikut,


 "Jika bapa-bapa,

anak-anak, 


saudara-saudara,


 isteri-isteri kaum keluargamu, 


harta kekayaan yang kamu


usahakan,


 perniagaan yang kamu khuatiri kerugiannya

dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai,

adalah lebih baik kamu daripada cintakan Allah dan Rasul-


Nya (dengan) berjihad di jalan-Nya.

Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.


 Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang 


fasik." 


(QS At Taubah: Ayat 24).

Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran

dan mati syahid di jalan Allah.


________________________________________________

Rasulullah berkata,

"Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang 


lebih cantik daripada Zulfah."

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur'an;

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur 


dijalan Allah itu mati, 


bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya 


dengan mendapat rezeki. 


Mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurnia Allah 


yang diberikan-Nya kepada mereka, 


dan mereka berenbira hati terhadap orang-orang yang 


masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan 


tidak (pula) mereka bersedih hati. "


Surah Ali Imran Ayat 169-170.

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang 


yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan 


(sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi


kamu tidak menyadarinya. "


 (Al Baqarah :Ayat 154).

Pada saat itulah para sahabat menitiskan air mata dan 


Zulfah pun berkata,


 "Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku 


tidak dapat mendampinginya di dunia, maka izinkanlah aku 


mendampinginya di akhirat."






HIKMAH


Mudah-mudahan bermanfaat


 dan menjadi renungan buat kita bahwa,


 "Untuk Allah di atas segalanya, and die as syuhada."


 Jazakumullah khairan kasira..


Best kan? hurm.. ana nak macam tu jugak la..


biar jodoh di akhirat... 


mesti best... 


JOM BERBULAN MADU BERSAMA BIDADARI !! 


^__^








daa habis daa...


ok , bye,


wassalam.. jumpa lagi..


^__^

















Tiada ulasan:

jom tutup aurat !!

jom tutup aurat !!